PC Ansor : Kaderisasi di Ansor Tidak Ada Paksaan

PC Ansor : Kaderisasi di Ansor Tidak Ada Paksaan, GP Ansor

LEBAKSIU, AnsorMediaTegal – Kaderisasi di tubuh Gerakan Pemuda Ansor tidak ada paksaan. Semuanya secara sukarela dari calon anggota Ansor.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal Nurfanani saat Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, Jum’at (19/2) di SMK NU Enterpreneur Dukuhlo Kecamatan Lebaksiu.

“Kaderisasi di Ansor tidak dipaksa. Semuanya secara sukarela dan dengan biaya sendiri dari anggota,” katanya

Menurutnya, Gerakan Pemuda Ansor tidak butuh kita. Kitalah yang butuh Ansor. Oleh karena itu, kader jangan gumede.

“PKD merupakan kaderisasi awal harus serius diikuti. Dan setelah menjadi kader di GP Ansor harus siap melaksanakan intruksi pimpinan,”tandasnya.

Camat Lebaksiu Mohammad Dhomiri menyampaikan apresiasi digelarnya Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) PAC GP Ansor Kecamatan Lebaksiu.

Dirinya berharap, peserta nantinya bisa menjadi kader Ansor yang tangguh, handal dan militan, serta bisa mewujudkan cita-cita NU dan NKRI.

“Semoga PKD mampu menciptakan sikap disiplin dan loyalitas kepada organisasi. Karena sejatinya, loyalitas ini penting untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.

Dhomiri juga menyampaikan, pemerintah terus berusaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya pemerintah saat ini tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

“Sehingga semua kegiatan dilakukan pembatasan dan wajib menerapkan protokol kesehatan. Masa Pandemi ini semoga cepat berlalu,” ungkapnya.

PC Ansor : Kaderisasi di Ansor Tidak Ada Paksaan, GP Ansor

Ketua MWC NU Kecamatan Lebaksiu H Badrudin mengungkapkan, kita arus berbangga menjadi warga NU. “Bangga sebagai NU, karena NU sebagai salah satu pendiri NKRI. Untuk itu kita wajib dan mau mempertahankan NKRI,”tegasnya

Terlebih, lanjut Badrudin, khusus untuk kader Ansor, saat ini kadernya yakni Ketua Umum PP GP Ansor dipercaya memimpin Kementrian Agama.

“Kaderisasi di NU harus terus berjalan. Untuk itu, melalui PKD ini generasi muda harus dikenalkan NU. Dimana nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan NU,” katanya.

Badrudin juga menyampaikan apresiasi terhadap GP Ansor Lebaksiu yang telah menggagas acara ‘Ngopi Bareng setiap malam Ahad di Gedung MWC NU Lebaksiu. “Ini bagus untuk sarana diskusi dan membicarakan banyak hal untuk organisasi,”imbuhnya

Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lebaksiu Ryan Syaeful Rizal kepada AnsorMedia, Ahad (21/2) menuturkan, tantangan NU kedepan semakin berat. Oleh karena itu, Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) menjadi personal branding bagi GP Ansor.

“Jika PKD jelek, maka hasilnya akan jelek. Sebaliknya, jika PKD nya bagus, maka akan menghasilkan kader-kader NU yang militan. Kader yang siap mengawal dan menjaga ulama dan NU,” ujarnya

Menurut Ryan, selama pelaksanaan kegiatan, Panitia menerapkan protokol kesehatan yang ketat yakni dengan menyiapkan tim penegakkan protokol kesehatan. “Jika peserta tidak taat, maka kena semprit,”tandasnya.

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Kecamatan Lebaksiu digelar selama tiga hari yakni 19-21 Februari 2021. Kegiatan diikuti dari ranting GP Ansor se Kecamatan Lebaksiu dan utusan Kecamatan Lain di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang.

Hadir dalam pembukaan Rais Syuriah MWC NU Lebaksiu KH Bahron, Ketua MWC NU Lebaksiu H Badrudin, anggota DPRD Kab. Tegal Fraksi PKB Achmad Jafar dan Umi Azkiyani, Ketua PC GP Ansor Nurfanani, Camat Lebaksiu Mohammad Dhomiri, Tim Instruktur, Pimpinan Badan Otonom NU (Muslimat, Fatayat NU, IPNU IPPNU) dan undangan lainnya. (Has@n/AMT)

Tinggalkan Komentar

Postingan Terkait