Kasatkorwil Banser : Kader Ansor Banser Wajib Sajikan Konten Islam Ramah dan Sejuk

Kasatkorwil Banser : Kader Ansor Banser Wajib Sajikan Konten Islam Ramah dan Sejuk, GP Ansor

Demak, AnsorMediaTegal – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menggelar Workshop Jurnalistik dan Teknologi Informasi di Kompleks Masjid Agung Demak, Jumat -Sabtu (10-11/12/2021). Pelatihan yang diikuti oleh perwakilan Koordinator Media – Cyber Cabang GP Ansor Kabupaten Kota se Jawa Tengah itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas kader dalam membuat konten di media digital maupun media sosial.

Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Tengah H Mukhtar Makmun mewakili Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah menekankan pada setiap kader Ansor maupun Banser agar menyajikan narasi dan konten-konten Islam yang ramah, damai, dan sejuk.

Selain itu, lanjut Nagabonar sapaan akrab Kasatkorwil, kader Ansor yang tergabung dalam tim siber juga harus menyajikan konten-konten yang sifatnya meluruskan narasi beragama yang beredar di media digital maupun sosial yang sifatnya destruktif.

“Dalam workshop ini akan dibahas banyak hal dan  materi penting. Saya harap para peserta dari masing-masing cabang bisa menyimaknya dengan seksama,” tandasnya.

Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Muhammad Nur Huda selaku Ketua panitia mengatakan, Pelatihan serupa sudah berjalan tiga kali sejak 2018 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Selain pelatihan. Workshop kali ini juga menjadi ajang Konsolidasi, evaluasi dan monitoring oleh GP Ansor Jawa Tengah terhadap masing-masing cabang dalam mengelola dan memproduksi konten di media sosial.

“Sebab selama ini kami hanya berkomunikasi dengan cabang. Ajang pertemuan ini sekaligus jadi evaluasi dan monitoring kami kepada cabang,” kata Huda.

Kasatkorwil Banser : Kader Ansor Banser Wajib Sajikan Konten Islam Ramah dan Sejuk, GP Ansor

Menurut Huda, dipilihnya Kompleks Masjid Agung Demak sebagai lokasi pelatihan karena unsur historinya. Pasalnya, di tempat tersebut menjadi salah satu titik peradaban Islam di Nusantara tumbuh dan berkembang.

“Tujuan utamanya adalah kita berharap adanya para Sultan raja Islam terdahulu yang merupakan para pencipta peradaban di Nusantara, sehingga semoga Ghiroh / semangat kita energinya tertransfer melalui wilayah digital sesuai kompetensinya masing-masing,”ujarnya

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, H Musta’in Ahmad dalam sambutan pembukaan mengatakan, semangat beragama saat ini mengalami pertumbuhan luar biasa. Bukan tidak mungkin pertumbuhan itu justru menggangu agama itu sendiri, lantaran semangat beragama itu sedikit banyak dipengaruhi oleh teknologi.

“Karena saking gampangnya mendapat informasi tentang agama dari perangkat teknologi. Maka dari itu dunia maya harus diperkuat, karena dunia maya lebih sadis dibanding dunia nyata,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Agung Demak, KH Abdullah Syifa, merasa tersanjung karena kompleks masjid digunakan sebagai tempat para kawula muda untuk meningkatkan kualitas diri. Peningkatan kualitas ini selaras dengan kondisi perkembangan zaman berikut teknologinya.

“Dengan ini semoga mendapat berkah, karena saya yakin tempat ini dulu juga digunakan jagong-jagong dan diskusi oleh para wali. Jadi tempat ini memang buka sembarang tempat,” katanya.

Pewarta : Has@n / AMT

Tinggalkan Komentar

Postingan Terkait